(031) 99444851 (PLK B) / (031) 5966463 (PLK C) adm@plk.unair.ac.id

Oleh: Kokoh Wardoyo AHP. drg

Trauma gigi atau dental trauma merupakan suatu kondisi cedera fisik pada gigi dan mulut. Pasien dengan trauma gigi biasanya merasakan rasa sakit yang sangat menyakitkan dan harus mendapatkan penanganan segera. Trauma gigi yang paling sering terjadi adalah gigi patah atau lepas dari tempatnya. Trauma gigi biasa terjadi karena terbentur benda yang keras, seperti jatuh saat anak – anak bermain, kecelakaan kendaraan bermotor, cedera saat, olahraga, insiden kekerasan. Bagian gigi yang sering mengalami trauma gigi  adalah bagian gigi depan.

Secara umum trauma gigi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis,sebagai berikut :

  • Gigi patah (fraktur)

Bagian pada gigi yang patah biasanya adalah enamel atau dentin saja, namun bisa juga mengenai ruang pulpa atau tempat saraf. Cara menangani patahan ini pun berbeda setiap jenisnya dan harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

  • Gigi berpindah tempat (displacement)

Cedera yang parah bisa menyebabkan pergeseran posisi gigi baik ke dalam gusi (intrusi) atau keluar (ekstrusi), bahkan dalam kondisi yang lebih parah, gigi bisa keluar (avulsi) dan tulang pendukung gigi (tulang alveolar) patah.

Apa saja gejala trauma gigi :

  • Gigi terasa nyeri saat disentuh atau ditekan
  • Adanya perdarahan di gusi sekitar gigi yang terkena trauma
  • Gigi goyang
  • Bengkak

Kapan harus periksa?

  • Adanya rasa nyeri yang tidak hilang hanya dengan minum obat anti nyeri
  • Perdarahan yang tidak berhenti
  • Sebagian besar gigi patah
  • Gigi goyang dengan mudah
  • Rahang atas dan bawah tidak bisa kontak (oklusi) normal
  • Gigi keluar atau lenih masuk dari posisi asli
  • Gigi lepas

Namun, terkadang ada gejala ringan dan tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi harus tetap diperiksakan, antara lain :

  • Ada garis retak pada gigi
  • Gigi masih goyang
  • Sakit atau sensitif jika terkena makanan dan minuman panas/dingin
  • Gigi atau gusi sekitar gigi berwarna lebih gelap.

Pertolongan pertama pada gigi yang lepas dari posisinya

Gigi lepas pada orang dewasa, bisa dikembalikan pada posisinya jika masih utuh dan tidak lebih dari 30 menit sejak gigi lepas. Golden time pengembalian gigi yang lepas adalah 15 menit. Jika melewati 2 jam, penempatan kembali gigi yang lepas tidak akan bermanfaat.

Berikut cara melakukan pertolongan pertama pada gigi yang lepas sebagai berikut :

  • Temukan gigi yang tanggal, lalu bersihkan dengan air bersih atau air liur
  • Letakkan kembali pada tempatnya tanpa menyentuh bagian akar. Tekan mahkota gigi dengan ibu jari sampai puncak gigi sama dengan gigi lainnya.
  • Gigit kain untuk menstabilkan posisi gigi sampai anda sampai di dokter gigi
  • Jika tidak bisa dikembalikan pada tempatnya, maka bisa diletakkan dalam wadah yang berisi susu dingin atau air liur dan membawanya ke dokter gigi

Setelah sampai di dokter gigi, dokter gigi akan melakukan prosedur splinting, yaitu teknik yang digunakan untuk menstabilkan gigi yang terkena trauma dengan merekatkannya dengan gigi sebelahnya. Prosedur ini akan dilakukan selama beberapa minggu dan akan dilanjutkan dengan proses perawatan saluran akar gigi.

Sebelum tindakan splinting dilakukan, dokter gigi akan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui tingkat kerusakan pada gigi termasuk fraktur pada rahang. Pada trauma gigi yang tidak dapat dilakukan prosedur seperti diatas, maka bisa dilakukan tindakan pembuatan gigi palsu, dan sebagainya.