Oleh: Rossa Patria Nanda, Apt (Apoteker Klinik PLK UNAIR)
Obat adalah bahan aktif atau zat kimia yang dapat membawa perubahan dalam proses fisiologis tubuh manusia yang digunakan untuk mengobati mencegah, mengurangi dan mendiagosis penyakit. Saat kita mengkonsumsi obat akan ada respon klinis yang di alami yaitu efikasi atau efektif dan juga toksistas atau racun, tentu saja yang kita harapkan adalah respon yang efektif. Tips aman sebelum minum obat dikenal dengan “5 O”. Kegiatan 5 O adalah merupakan program GEMA CERMAT ( gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat) , dimana tujuannya adalah untuk mengedukasi dan memberikan informasi agar saat membeli secara mandiri dan atau dengan resep dokter tidak di konsumsi secara ‘pasrah’. Sebelum mengkomsumsi obat sebaiknya minimal ada 5 O yang harus terjawab, yaitu:
1.Obat ini apa nama dan kandunganya?
Nama obat dalam kemasan dapat berupa nama generik saja atau nama dagang ( merk ) diikuti nama zat berkasiatnya . sebelum kita minum obat hendaknya kita tau yang kita minum itu termasuk obat generik atau bukan, obat keras , bebas terbatas atau obat bebas dan juga apa kandungan dari obat tersebut. Jika obat yang diminum adalah obat dengan nama dagang diharapkan masyarakat memahami bahwa beberapa nama dagang yang berbeda memiliki zat kandungan yang sama. Sehingga masyarakat paham bahwa yang berkhasiat adalah zat aktif yang di kandungnya, bukan oleh merk dagannya.
2. Obat ini apa khasiat/indikasinya?
Indikasi adalah efek positif yang telah terbukti dan diharapkan muncul pada pengobatan. Tujuan suatu pengobatan dengan menggunakan obat tertentu dapat tercapai jika obat diberikan sesuai indikasi (rasional). Khasiat obat berasal dari kandungan zat bekhasiat ( komposisi), bukan merk atau nama dagangnnya.
3. Obat ini berapa dosisnya?
Efek yang dihasilkan oleh suatu obat di dalam tubuh, juga tergantung pada dosis yang digunakan. Obat yang diberikan dengan dosis berlebih dapat melampaui ambang batas keamanan, sedangkan dosis kurang dapat menyebabkan efek terapi tidak tercapai. Masyarakat agar mengonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.
4. Obat ini bagaimana cara menggunakannya?
Ada berbagai bentuk sediaan obat yang digunakan sesuai tujuannya. Masing-masing bentuk sediaan diproduksi menggunakan bahan tambahan tertentu yang memudahkan obat yang dikandung untuk diserap oleh tubuh. Obat dalam digunakan melalui mulut (oral), hendaknya tidak digunakan melalui bagian lain misalnya pada kulit. Sebaliknya, obat luar yang digunakan tidak melalui mulut, harus digunakan sesuai cara penggunaannya. Misalnya obat suppositoria digunakan melalui anus, tidak boleh ditelan. Obat juga hendaknya digunakan pada durasi waktu yang sama dalam satu hari. Misalnya obat harus digunakan 3 kali sehari, seharusnya digunakan setiap 8 jam (24 jam dibagi 3). Hal ini untuk memastikan obat tersedia dalam darah dengan kadar yang merata dalam satu hari. Dengan demikian efek pengobatan diharapkan dapat tercapai sesuai tujuan.
5.Obat ini apa efek sampingnya?
Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping tertentu yang seringkali tidak diharapkan. Ada efek samping yang dapat ditolerir, seperti mengantuk, sehingga harus menghindari berkendara jika sedang mengonsumsi obat tersebut, atau mengiritasi lambung, sehingga harus digunakan setelah makan saat lambung berisi makanan. Namun ada juga efek samping yang lebih mengganggu bahkan berbahaya, misalnya alergi dan gangguan fungsi hati atau ginjal. Masyarakat hendaknya waspada terhadap efek samping obat, jika dirasakan ada efek samping, penggunaan obat dihentikan dan segera konsultasi dan melapor pada fasilitas kesehatan terdekat.
Jadi ingat 5 O sebelum minum obat, baca dulu brosur dan kemasanya, jadi harus tau dulu agar tidak salah obat nya sehingga terapi dari pengobatan tersebut dapat tercapai.