Pusat Layanan Kesehatan Universitas Airlangga

Hari Diabetes Sedunia

Hari Diabetes Sedunia diperingati setiap tanggal 14 November. Penyakit ini menjadi penyebab kematian tertinggi  ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung. Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 19,5 juta pada tahun 2021. Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia,

Pengertian Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang terjadi akibat insulin tidak dihasilkan atau tidak bekerja dengan baik, sehingga menyebabkan kenaikan kadar gula yang melebihi batas normal dan menumpuk di darah kita. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pancreas untuk mencerna gula dalam darah. Penyebab kenaikan kadar gula menjadi landasan pengelompokkan jenis Diabetes Melitus.

Diabetes melitus tipe 1

Diabetes yang disebabkan kenaikan kadar gula darah karena kerusakan sel beta pancreas sehinga produksi insulin tidak ada sama sekali. 

Diabetes melitus tipe 2

Diabetes yang disebabkan kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pancreas. Seseorang dengan diabetes tipe 2 dapat hidup beberapa tahun tanpa menunjukkan gejala apapun, dimana pada saat itu kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemi) dapat secara diam-diam merusak fungsi berbagai organ tubuh. 

Diabetes merupakan penyebab utama terjadinya penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota tubuh bawah (lower limb). Lebih dari 1/3 penyandang diabetes tipe 1 dan tipe 2 akan mengalami kerusakan penglihatan yang dapat mengakibatkan kebutaaan.

Gejala Utama Diabetes Melitus

  1. Sering buang air kecil (Poliuri)

Buang air kecil lebih sering dari biasanya terutama pada malam hari, hal ini dikarenakan kadar gula darah melebihi ambang ginjal (>180mg/dl), sehingga gula akan dikeluarkan melalui urine. Guna menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan, tubuh akan menyerap air sebanyak mungkin ke dalam urine sehingga urine dalam jumlah besar dapat dikeluarkan dan sering buang air kecil. Dalam keadaan normal, keluaran urine harian sekitar 1,5 liter, tetapi pada pasien DM yang tidak terkontrol, keluaran urine lima kali lipat dari jumlah ini.

  1. Cepat merasa lapar (Polifagi)

Nafsu makan meningkat dan merasa kurang tenaga. Insulin menjadi bermasalah pada penderita DM sehingga pemasukan gula ke dalam sel-sel tubuh kurang dan energi yang dibentuk pun menjadi kurang. Ini adalah penyebab mengapa penderita merasa kurang tenaga. Selain itu, sel juga menjadi miskin gula sehingga otak juga berfikir bahwa kurang energi itu karena kurang makan, maka tubuh kemudian berusaha meningkatkan asupan makanan dengan menimbulkan alarm rasa lapar.

  1. Sering merasa haus (Poliploidi).

Penderita yang seringnya buang air kecil, mengakibatkan tubuh akan mengalami dehidrasi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka tubuh akan menghasilkan rasa haus sehingga penderita selalu ingin minum air terutama air dingin, manis, segar dan air dalam jumlah banyak.

Gejala Tambahan

  1. Berat badan menurun tanpa penyebab yang jelas

Ketika tubuh tidak mampu mendapatkan energi yang cukup dari gula karena kekurangan insulin, tubuh akan bergegas mengolah lemak dan protein yang ada di dalam tubuh untuk diubah menjadi energi. Dalam sistem pembuangan urine, penderita DM yang tidak terkendali bisa kehilangan sebanyak 500 gr glukosa dalam urine per 24 jam (setara dengan 2000 kalori perhari hilang dari tubuh).

  1. Kesemutan atau mati rasa

Diabetes menyebabkan saraf rusak sehingga tubuh mengalami kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersamaan dengan rasa sakit yang membakar atau bengkak. Sama seperti penglihatan, jika kadar gula darah dibiarkan merajalela terlalu lama, kerusakan saraf bisa menjadi permanen.

  1. Gatal di daerah kemaluan

Diabetes menyebabkan kerentanan terhadap berbagai infeksi. Infeksi yang paling umum adalah candida yang biasanya dan infeksi jamur lainnya. Infeksi jamur Candida bisa menyebabkan kulit sekitar kemaluan wanita (vagina) terasa gatal, iritasi, dan kemerahan Jamur dan bakteri tumbuh subur di lingkungan yang kaya akan gula.

  1. Kulit bermasalah

Kulit gatal-gatal, , misalnya kulit kering, jadi gelap di sekitar daerah leher atau ketiak.

  1. Penglihatan kabur

Penglihatan kabur atau atau sesekali melihat kilatan cahaya merupakan akibat langsung kadar gula darah tinggi. Gula darah yang tinggi dan tidak terkendali dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan permanen pada mata, bahkan mungkin kebutaan. Pembuluh darah di retina menjadi lemah setelah bertahun-tahun mengalami hiperglikemia dan mikro-aneurisma, yang melepaskan protein berlemak yang disebut eksudat.

  1. Cepat Lelah

Diabetes menyebabkan tubuh tidak mampu mendapatkan energi yang cukup dari gula sehingga seseorang akan mudah lelah dalam melakukan suatu aktivitas. 

  1. Keputihan pada wanita

Infeksi jamur Candida pada vagina juga dapat menyebabkan keputihan pada wanita.

  1. Luka sulit sembuh

Infeksi, luka, dan memar tidak bisa sembuh dengan cepat karena pembuluh darah mengalami kerusakan akibat glukosa dalam jumlah berlebihan yang mengelilingi pembuluh darah dan arteri. 

  1. Mudah mengantuk

Bangun untuk pergi ke kamar mandi beberapa kali di malam hari membuat orang lelah dan mengantuk pada pagi harinya. 

  1. Impotensi pada Pria

Disfungsi ereksi pada seorang pengidap diabetes terjadi karena adanya perubahan pada tubuh yang menyebabkan gangguan pada saraf dan pembuluh darah. Tingginya kadar gula dalam darah dapat merusak fungsi alami pembuluh darah, sehingga seseorang tidak dapat ereksi dengan maksimal.

6 Cara Sehat Mencegah Diabetes

Berikut ini adalah 6 langkah sehat yang dapat mencegah seseorang menderita penyakit diabetes melitus, diantaranya yaitu:

  1. Berhenti Merokok

Merokok dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit diabetes melitus. Oleh karena itu, hindari penggunaan tembakau (rokok dan tembakau kunyah) serta berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.

  1. Mempertahankan Berat Badan Ideal 

Mengatur pola makan  dengan gizi seimbang untuk mempertahankan berat badan ideal. Kurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak makanan yang kaya akan serat.

  1. Melakukan Aktifitas Fisik

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan, menaiki tangga, hingga melakukan aerobik mampu menurunkan kadar gula dalam tubuh, berat badan menjadi ideal sehingga meminimalisir seseorang menderita penyakit diabetes melitus

  1. Mengkonsumsi Makanan yang Sehat

Konsumsi makanan yang sehat untuk mendapatkan nutrisi dapat mencegah diabetes melitus. Konsumsi 3-5 porsi buah dan sayur, serta mengurangi asupan gula, garam dan lemak jenuh

  1. Rutin Periksa Gula Darah

Mendeteksi sedini mungkin kandungan gula darah dalam tubuh perlu dilakuakan sehingga apabila seseorang terpapar diabetes, akan lebih cepat mendapatkan penanganan. Oleh karena itu, seseorang perlu melakuakn pemeriksaan gula darah atau HbA1c secara rutin.

  1. Mengelola stres

Ketika tubuh mengalami stres, produksi seretonin akan terganggu, sehingga menyebabkan kemampuan tubuh dalam menciptakan insulin akan berkurang. Insulin yang kurang ini adalah tanda seseorang terkena diabetes.

Mari kita disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat karena lebih baik mencegah dariapada mengobati. Kemudian lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala diabetes melitus, seperti buang air kecil lebih dari biasanya terutama saat malam hari, kehilangan berat badan tanpa melakukan apapun, hingga luka yang tidak pernah sembuh.

Sumber :
1. Lestari, L., & Zulkarnain, Z. 2021. “Diabetes Melitus: Review etiologi, patofisiologi, gejala, penyebab, cara pemeriksaan, cara pengobatan dan cara pencegahan”. In Prosiding Seminar Nasional Biologi, (Online), Vol. 7, No. 1, pp. 237-241, (https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb/article/view/24229, diakses 13 November 2022)

2. P2PTM, Kementerian Kesehatan RI. 2019. “Tanda dan Gejala Diabetes”, (Online), (https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/tanda-dan-gejala-diabetes, diakses 13 November 2022)

3. P2PTM, Kementerian Kesehatan RI. 2016. Buku Panduan World Diabetes Day 2016, (Online), (https://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/2016/11/Buku-Panduan-WDD-2016-V1.pdf, diakses 13 November 2022)

4. Promkes, Kementerian Kesehatan RI. 2022. “Cegah Diabetes Melitus dengan 6 Langkah Sehat”, (Online), . (https://promkes.kemkes.go.id/cegah-diabetes-melitus-dengan-6-langkah-sehat, diakses 13 November 2022)

5. Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. 2020. INFODATIN Tetap Produktif, Cegah, dan Atasi Diabetes Melitus, (Online), (https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin%202020%20Diabetes%20Melitus.pdf, diakses 13 November 2022)

Kampus B

Klinik PLK-UA Kampus B UNAIR

Jl. Dharmawangsa No.3, Airlangga, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur

Kampus C

Klinik PLK-UA Kampus C UNAIR

Jl. Mulyorejo No.162, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur

Scroll to Top
Menu Aksesibilitas
Saturasi Rendah (Monokrom)
Perbesar Teks
Kontras Tinggi
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Kursor Besar
Jarak Karakter
Tinggi Baris
Rata Tengah
Sembunyikan Gambar