Oleh: Faradina Salamah, dr (Dokter Umum Klinik PLK UNAIR)
Eksim dalam bahasa medis dikenal dengan dermatitis atopik. Dermatitis adalah penyakit keradangan pada kulit dan atopik adalah suatu kondisi dimana tubuh cenderung untuk mengalami reaksi alergi. Dermatitis atopik sendiri adalah suatu penyakit peradangan pada kulit yang bersifat kronis atau menahun, berulang dan kambuh-kambuhan. Eksim bisa muncul dimulai dari bayi, anak hingga dewasa. Paling sering muncul pada usia 2 tahun pertama kehidupan. Biasanya juga dapat disertai dengan riwayat penyakit atopik yang lain, seperti rhinitis alergi dan asma bronkial, pada diri sendiri atau pada keluarga.
Penyebab eksim adalah suatu proses imun di dalam tubuh yang dicetuskan oleh faktor dari dalam tubuh dan faktor dari lingkungan. Faktor pencetus eksim dari dalam tubuh adalah faktor genetik atau bawaan keturunan. Sedangkan faktor lingkungan yang dapat berpengaruh ada berbagai macam, yaitu debu, tungau, bahan iritan, makanan dan stressor.
Setiap pengidap eksim dapat mengalami gejala yang berbeda. Tetapi yang utama selalu disertai dengan gatal. Selain itu, bisa muncul ruam kemerahan, ruam yang menonjol dan mengeluarkan cairan, kulit menebal dan bersisik, serta kulit kering hingga pecah-pecah. Lokasinya khas sesuai dengan usia pengidap eksim. Jika muncul pada bayi (0-2 tahun) biasanya terdapat pada pipi, kulit kepala, dahi, telinga, leher dan badan. Pada anak (2 tahun-pubertas), eksim muncul di pergelangan tangan bagian dalam, pergelangan kaki, lipatan siku, lipatan lutut, leher dan bawah pantat. Namun jika eksim muncul pada usia dewasa lokasi bisa lebih luas, yaitu lipatan-lipatan tubuh, wajah, leher, lengan atas, tangan, jari tangan dan jari kaki.
Penanganan eksim yang pertama adalah menghindari pencetus, seperti alergi makanan, debu, tungau, bahan iritan dan stress. Kemudian lakukan beberapa langkah perawatan kulit bagi pengidap eksim di rumah, yaitu hindari mandi dengan air suhu terlalu tinggi dan dapat dengan air suam-suam kuku, gunakan sabun dengan pelembab atau sabun bayi, keringkan badan dengan handuk lembut, gunakan pelembap kulit khusus sesering mungkin terutama dapat digunakan segera setelah mandi, serta hindari terlalu sering mandi, mencuci tangan, berenang dan berkeringat. Hal-hal tersebut bertujuan untuk menghindari rusaknya barier kulit dan menjaga kelembapan kulit, sehingga dapat mengurangi munculnya eksim.
Namun jika dirasakan gejala eksim semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi eksim yang muncul. Hindari untuk membeli obat sendiri tanpa pengawasan dokter, karena dapat memperparah kondisi eksim maupun dapat menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan.
Sumber :
- Panduan Praktik Klinik bagi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Indonesia. 2017. Jakarta: Perdoski.
- Pedoman Diagnosis dan Terapi Bag/SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2005. Surabaya: RSUD Dr. Soetomo.