Pusat Layanan Kesehatan Universitas Airlangga

Mpox: Lindungi Diri dan Keluarga Anda

Mpox (Monkeypox) merupakan emerging zoonosis yang disebabkan monkeypox virus (MPXV), anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Mpox pertama kali ditemukan tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar ini dinamakan ‘Cacar Monyet/mpox”. Sebelum wabah pada tahun 2022, kasus mpox telah dilaporkan dari negara luar Afrika terkait dengan perjalanan internasional atau hewan impor yaitu di Amerika Serikat, Israel, Singapura, dan Inggris.

Apa itu Mpox?

Mpox ditandai dengan gejala seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Kelelahan
  • Ruam kulit yang khas

Ruam kulit ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. Ruam biasanya dimulai sebagai bercak merah, kemudian berubah menjadi bintil yang berisi cairan, lalu mengering dan membentuk keropeng.

Bagaimana Mpox Menular?

Mpox dapat menular melalui:

  • Kontak langsung dengan lesi kulit orang yang terinfeksi
  • Kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi
  • Kontak dengan benda yang terkontaminasi cairan tubuh orang yang terinfeksi

Pengobatan

Belum ada pengobatan yang spesifik untuk infeksi MPXV. Terdapat antivirus yang telah dikembangkan untuk pasien cacar (smallpox) yang bermanfaat melawan mpox. Pengobatan simtomatis dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul.

Vaksinasi

Vaksin yang digunakan selama program pemberantasan cacar (smallpox) berpotensi memberikan perlindungan terhadap mpox. Vaksin baru yang dikembangkan untuk smallpox telah disetujui pada tahun 2019 untuk digunakan dalam mencegah mpox namun ketersediaan global masih terbatas.

Pencegahan Mpox

Untuk mencegah penularan mpox, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang mengalami gejala mpox
  • Jaga kebersihan diri dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
  • Hindari berbagi barang pribadi dengan orang yang sakit
  • Lindungi kulit yang terluka dengan pakaian pelindung
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan

Sumber:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pencegahan dan pengendalian Mpox (Monkeypox). Diakses dari https://infeksiemerging.kemkes.go.id/document/pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-mpox-monkeypox-2023/view

Penulis: Afnida Alkano

Kampus B

Klinik PLK-UA Kampus B UNAIR

Jl. Dharmawangsa No.3, Airlangga, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur

Kampus C

Klinik PLK-UA Kampus C UNAIR

Jl. Mulyorejo No.162, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur

Scroll to Top
Menu Aksesibilitas
Saturasi Rendah (Monokrom)
Perbesar Teks
Kontras Tinggi
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Kursor Besar
Jarak Karakter
Tinggi Baris
Rata Tengah
Sembunyikan Gambar