Pusat Layanan Kesehatan Universitas Airlangga

TIPS BERPUASA PADA PENDERITA MAAG

Oleh: dr. Rima Dwi Yanantika (Dokter Umum PLK UNAIR)

Puasa adalah kondisi dimana kita tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam. Sedangkan maag adalah istilah untuk sejumlah gejala tidak nyaman pada perut bagian atas, seperti lambung perih, perut begah, kembung, dan sensasi terbakar di ulu hati. Beragam faktor bisa memicu kambuhnya sakit maag, termasuk pola makan tidak teratur, konsumsi makanan yang mengandung gas, dan stres.

Berpuasa selama bulan Ramadan bisa terasa berat bagi penderita sakit maag yang kerap dianjurkan untuk tidak melewatkan waktu makan, Ada beberapa tips puasa bagi penderita sakit maag. Tips ini penting untuk diterapkan agar ibadah puasa yang Anda jalani tetap lancar, nyaman, dan tidak menimbulkan keluhan sakit maag.

                Agar bisa berpuasa dengan nyaman, lakukanlah berbagai tips puasa bagi penderita sakit maag seperti berikut:

1. Makan secukupnya saat sahur dan berbuka

Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Hal ini dapat memicu munculnya keluhan, misalnya perut begah dan terasa penuh. Oleh karena itu, saat sahur dan berbuka, makanlah dengan perlahan dan dalam jumlah secukupnya. Hindari makan dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu.

2. Jangan makan terburu-buru

Makan terburu-buru akan membuat kita mengunyah dengan tidak sempurna, ini akan membuat lambung bekerja lebih berat sehingga memicu maag.

Solusi nya adalah misalnya pada saat sahur, kita bisa bangun lebih awal. Sahur bisa kita mulai dengan makanan ringan dan minuman hangat, lalu kemudian diberikan jeda untuk makanan utama.

Begitu juga dengan berbuka, makan lah dengan perlahan sehingga lambung pun dapat bekerja secara maksimal.

3. Hindari makanan dan minuman pemicu sakit maag

Sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan yang berpotensi memicu sakit maag, baik saat sahur maupun berbuka, misalnya makanan yang terlalu berlemak, makanan siap saji, seperti sosis dan pizza, acar, dan makanan yang terlalu asam.

Demikian juga dengan minuman, pilihlah minuman yang tidak mengandung kafein dan soda untuk menghindari munculnya keluhan sakit maag.

4. Perhatikan jenis makanan dan cara mengolah makanan

Saat berbuka dan sahur, jenis karbohidrat yang paling baik untuk penderita maag adalah nasi dan oatmeal. Karena jenis karbohidrat ini dapat mengurangi risiko munculnya keluhan maag karena dapat menyerap asam lambung berlebih.

Selain itu, konsumsilah daging rendah lemak, seperti dada ayam dan ikan, serta buah yang tidak asam, seperti apel, pisang, dan pir.

Penderita maag juga disarankan untuk memasak makanan dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus.

5. Hindari tidur setelah makan

Bagi orang dengan aktifitas yang padat, cenderung mengantuk dan memilih untuk tidur setelah sahur. Namun, sebaiknya jangan langsung tidur setelah makan. Karena langsung tidur setelah makan bisa memicu sakit maag.

Namun, apabila kantuk tak tertahankan,disarankan untuk tidur dengan posisi setengah duduk. Jadi, posisi kepala dan bahu tetap lebih tinggi daripada perut. Caranya adalah dengan menyangga kepala dan bahu dengan tumpukan bantal. Posisi ini dapat mencegah makanan kembali ke kerongkongan.

6. Kendalikan emosi dan kelola faktor stress

Saat berpuasa, sebisa mungkin kendalikanlah emosi dan kelola stres dengan baik. Hal ini karena tujuan berpuasa bukan hanya untuk menahan rasa lapar, tetapi juga menahan hawa nafsu, seperti emosi marah dan sedih. Selain berpahala, ini juga dapat menurunkan risiko munculnya keluhan sakit maag.

Beristirahatlah sejenak jika Anda lelah dan lakukan sejumlah teknik relaksasi, latihan pernapasan, atau yoga ketika Anda merasa stres.

7. Perhatikan efek samping obat-obatan rutin yang dikonsumsi

Ada beberapa obat tertentu yang memiliki efek samping meningkatkan asam lambung, seperti obat antinyeri, antibiotik tertentu dan obat pengencer darah.

Obat-obatan ini dianjurkan dikonsumsi setelah makan sahur ataupun berbuka puasa. Apabila keluhan belum membaik dengan konsumsi obat setelah makan, maka baiknya berkonsultasi langsung dengan dokter yang bersangkutan.

Kampus B

Klinik PLK-UA Kampus B UNAIR

Jl. Dharmawangsa No.3, Airlangga, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur

Kampus C

Klinik PLK-UA Kampus C UNAIR

Jl. Mulyorejo No.162, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur

Scroll to Top
Menu Aksesibilitas
Saturasi Rendah (Monokrom)
Perbesar Teks
Kontras Tinggi
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Kursor Besar
Jarak Karakter
Tinggi Baris
Rata Tengah
Sembunyikan Gambar