Pusat Layanan Kesehatan Universitas Airlangga

KEGUGURAN ( ABORTUS )

Oleh: Rima Dwi Yanantika, dr (Dokter Umum PLK Unair)

Keguguran (abortus) diartikan sebagai berakhirnya kehamilan sebelum janin mampu hidup, yaitu ketika usia kehamilan belum mencapai 20 minggu atau berat janin <500 gram, baik secara spontan maupun diinduksi.

Usia ibu hamil adalah faktor yang penting dalam keguguran. Terdapat risiko keguguran sebesar 8,9% pada usia ibu 20-30 tahun. Pada usia ibu hamil lebih dari 40 tahun meningkat sampai 74,7 %. Riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya juga sangat berpengaruh, risiko terjadi keguguran lagi dapat terjadi mendekati 20% pada riwayat 1 kali keguguran, pada riwayat 2 kali keguguran berurutan risiko meningkat 28%, dan 3 kali keguguran berurutan  risiko keguguran berikutnya sampai dengan 43%.

Apa saja penyebab keguguran ?

  1. Faktor Ibu : Penyakit kronis, infeksi, gangguan hormonal, usia, kelelahan, stress, nutrisi, dll.
  2. Faktor janin : kelainan kromosom, kelainan pertumbuhan janin.
  3. Faktor lain : trauma fisik, faktor lingkungan, gaya hidup.

Gejala Keguguran antara lain :

  1. Pendarahan vagina
  2. Nyeri perut bagian bawah
  3. Keluarnya gumpalan atau jaringan
  4. Hilangnya gejala kehamilan

Macam- macam keguguran :

  1. Keguguran iminens : Pendarahan sedikit, belum disertai pelebaran serviks
  2. Keguguran insipiens : Pendarahan lebih banyak, disertai pelebaran serviks
  3. Keguguran inkomplit : Keluarnya sebagian hasil konsepsi
  4. Keguguran komplit : Keluarnya semua hasil konsepsi
  5. Keguguran septik : keguguran disertai infeksi
  6. Missed Abortion : keguguran tidak diketahui selama lebih dr 8 minggu
  7. Keguguran habitualis : keguguran berturut-turut tiga kali atau lebih

Bagaimana pencegahan keguguran ?

  • Rutin konsumsi asam folat setiap hari ( dosis yang direkomendasikan minimal 400mcg)
  • Gaya hidup sehat : makan makanan bergizi, hindari alkhohol dan rokok, Kelola stress, olahraga ringan, istirahat cukup, jaga berat badan, Batasi kafein.
  • Kontrol rutin kehamilan.
  • Konsultasi kepada dokter terkait tata kelola penyakit penyerta.
  • Segera konsultasi ke dokter jika terdapat gejala keguguran.

Sumber :

  • Direktorat Kesehatan Masyarakat, KEMENKES, PEDOMAN NASIONAL ASUHAN PASCA KEGUGURAN YANG KOMPREHENSIF, JAKARTA 2020
  • BUKU AJAR KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL,Bdn. Imelda Martina Gloria Sianipar, SST., M.Keb, Dr. Fitriani, SST., SKM., M.Kes., M.Keb., Yanyan Mulyani, SST., MM., M.Keb, Jakarta 2024
  • WebMD Editorial Contribution, Understanding Miscarriage – Prevention, https://www.webmd.com/bio/traci-c-johnson, November 16, 2024
  • National Library of Medicine, Miscarriage (Archived), Carla Dugas; Valori H. Slane. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532992/#article-25187.s6,  June 27, 2022
Kampus B

Klinik PLK-UA Kampus B UNAIR

Jl. Dharmawangsa No.3, Airlangga, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur

Kampus C

Klinik PLK-UA Kampus C UNAIR

Jl. Mulyorejo No.162, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur

Scroll to Top
Menu Aksesibilitas
Saturasi Rendah (Monokrom)
Perbesar Teks
Kontras Tinggi
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Kursor Besar
Jarak Karakter
Tinggi Baris
Rata Tengah
Sembunyikan Gambar